Investasi "bodong" dan money game dari tahun ke tahun hadir dalam berbagai kemasan. alan budiman melihat antusiasme teman-temannya menjadi member dan menjaring member MMM (Manusia Membantu Manusia), menuliskan opininya bahwa sistem MMM yang menjanjikan profit share 30 persen adalah di luar akal. Sebagaimana money game sebelum-sebelumnya, Alan Budiman menaksir MMM tidak akan bertahan lama dan akan dihentikan ketika pendirinya merasa cukup meraup keuntungan. Alan Budiman juga memaparkan karakteristik temperamental member money gamesemacam MMM yang rela kehilangan teman karena berbeda pendapat tentang money game yang diikutinya.
Selasa, 31 Oktober 2017
MMM INDONESIA
Investasi "bodong" dan money game dari tahun ke tahun hadir dalam berbagai kemasan. alan budiman melihat antusiasme teman-temannya menjadi member dan menjaring member MMM (Manusia Membantu Manusia), menuliskan opininya bahwa sistem MMM yang menjanjikan profit share 30 persen adalah di luar akal. Sebagaimana money game sebelum-sebelumnya, Alan Budiman menaksir MMM tidak akan bertahan lama dan akan dihentikan ketika pendirinya merasa cukup meraup keuntungan. Alan Budiman juga memaparkan karakteristik temperamental member money gamesemacam MMM yang rela kehilangan teman karena berbeda pendapat tentang money game yang diikutinya.
pendidikan usia dini
Artikel pendidikan-Pendidikan Karakter Usia Dini
Pengertian pendidikan karakter
karakter dapat diartikan sebagai cara pola berpikir dan berperilaku seseorang yang merupakan mencerminkan dirinya baik secara individu maupun secara bersama sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat dan bernegara. Untuk lebih singkatnya karakter merupakan pembawaaan seseorang yang didapatkan sejak kecil. Karakter sangat erat hubungannnya dengan nilai nilai agama, kejiwaan, akhlak dan budi pekerti seseorang yang membedakan terhadap yang lainnya. Sejalan dengan perkembangan jaman juga di ikuti dengan pergeseran moral sebagai karakter/ budaya negara timur, baik yang datang dari negara kita sendiri maupun budaya yang dibawa dari negara asing. Merujuk dari hal diatas maka saya mengangkat tema pendidikan berkarakter anak usia dini sebagaai pembekalan diri.
Pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini
Bila diperhatikan saat sekarang tingginya tingkat kriminalitas, seperti maraknya penggunaan narkoba, kekerasan terjadi dimana mana, dan yang paling parah lagi rasa hormat terhadap orang lebuh tua semakin menurun terlepas dari pergaulan serta pendidikan yang ditanamkan pada dirinya di usia dini. Di usia 6 bulan sampai dengan 1 tahun pertama merupakan usia yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak hingga tumbuh remaja. Usia 6 bulan sampai dengan satu tahun merupakan usia emas (golden age) pada usia ini sangat menentukan ketika anak tumbuh dewasa dimana bila salah dalam mendidik pada usia tersebut kemungkinan besar anak tersebut juga salah, sebaiknya diberikan pengenalan terhadap pendidikan karakter pada usia dini
Orang tua dalam keluarga adalah merupakan hal yang berpengaruh dalam berhasil atau tidaknya dalam mendidik karakter seorang anak, baik secara fsikis seperti pemenuhan kebutuhan akan makan dan mimum juga kebutuhan kasih sayang serta rasa aman dari gangguan apapun terhadap anak. Anak usia dini sangat sensitif terhadap apa yang ia lihat, karena anak lebih sering bersama orang tua tentu akan meniru apa yang dilakukan pihak orang tua. Bila orang tua dalam mendidik atau berperilaku secara keras, lembut, demokrasi, otoriter, dan lain sebagainya kemungkinan besar anak tersebut akan merekam- artikel tentang pendidikan.
Nilai yang ditanamkan dalam mendidik anak di usia dini
Dalam membangun karekter anak kita harus menanamkan nilai nilai posistive seperti:
- Taat kepada agama/religius
- Jujur baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan, jangan sesekali memperlihatkan sikap curang terhadap anak karena dia akan merekam dan akan melakukan hal yang sama
- Bertanggung jawab dalam segala hal yang ia lakukan
- Rasa percaya diri- rasa percaya diri perlu ditanamkan terhadap anak agar saat ia remaja tidak suka minder yang membuat ia tertinggal dengan sebayanya.
- MandiriMewujudkan Pola pikir yang berkarakterMembentuk karakter bukanlah perkara yang mudah dan simple diperlukan aksi nyata karena karakter memang tidak dapat diwariskan atau diturunkan begitu saja melainkan membangun secara berkesinambungan dan berkelanjutan melalui pola pikir dan aksi nyata. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan itu diantaranya dengan pengenalan dan menanamkan nilai nilai positive diatas.Meski kita telah berupaya semaksimal mungkin tetapi seringkali berseberangan dengan apa yang harapkan. Umumnya Pendidikan karakter anak dipengaruhi tiga faktor seperti rumah tangga, lingkungan sekolah, tempat bermain maupun masyarakat luas.Pembentukan karakter tidak akan terealisasi bila ketiga stakeholder tidak ada kesenambungan serta keharmonisan. Dengan demikian, lingkungan keluarga merupakan faktor utama dalam pembentukan karakter yang selanjutnya lingkungan sekolah melalui pembelajaran maupun materi materi terapan untuk memperkuat siklus yang akan dibentuk tadi. Disisi lain faktor lingkungan merupakan tidak kalah penting untuk keberhasilan dalam membentuk pola anak.Melihat banyaknya teori yang bermunculan untuk mewujudkan karakter anak yang berkualitas dan menjanjikan untuk menjawab persoalan bangsa ini khususnya tentang moral, namun pada kenyataannya seringkali tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu diperlukan sebuah upaya atau progaram yang terukur untuk menilai berhasil tidaknya pendidikan yang diterapkan.Bila dengan memberi tes soal yang berhubungan dengan pendidikan karakter tentu tidak mewakili tentang yang sebenarnya.Misalkan pertanyaan berhubungan tentang sikap peduli terhadap sesama, yang bila sianak memiliki teman satu kelas kehilangan pensil maupun alat tulis lainnya dimana alat tersebut penting untuk melanjutkan proses belajar mengajar semantara anak tersebut memiliki alat tulis lebih dari satu langkah baik seperti apa seharusnya dilakakukan. Maka untuk mendapatkan nilai yang bagus tentu akan menilus meminjamkan alat tulis yang ia miliki lebih dari satu. Bagaimana dengan kenyataannya sesuunggunya bila itu bukan merupakan soal yang diberikan guru kelas akan berlaku sama dengan jawaban yang ditulis tadi.Lantas seperti penilaian seperti apa untuk mengetahui sianak benar benar memilki karakter yang berkualitas! langkat yang tepat untuk menilai anak tersebut dengan melakukan pengamatan. Misalnya disekolah dengan tidak sadar anak tersebut telah dinilai guru kelas baik dari segi belajar mengajar maupun dalam sikap pergaulannya dilingkungan sekolah apakah. Bilamana kita telah melihat anak tersebut sudah sesuai dengan harapan untuk tahap awal sudah berhasil tinggal mempertahankan dengan memberikan contoh nyata dan nilai nilai positive
- Demokratis
- Peduli terhadap sesama.
- Hormat dan sopan kepada orang tua serta orang lain yang lebih tua
- Disiplin disegala hal
- Pekerja keras dan lain sebagainya yang merupakan sikap positive.
pendidikan karakter untuk membangun peradaban bangsa
Pendidikan Karakter Untuk Membangun Peradaban Bangsa
Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang.
Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formalitasnya, tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik yang harus dilakukan.
Di dalam buku tentang Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences), Daniel Goleman menjelaskan kepada kita bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sementara kecerdasan intelektual hanyalah 20% saja. Dalam hal inilah maka pendidikan karakter diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab, bukan kehidupan yang justru dipenuhi dengan perilaku biadab. Maka terpikirlah oleh para cerdik pandai tentang apa yang dikenal dengan pendidikan karakter (character education).
Banyak pilarkarakter yang harus kita tanamkan kepada anak – anak penerus bangsa, diantaranya adalah kejujuran, yah kejujuran adalah hal yang paling pertama harus kita tanamkan pada diri kita maupun anak – anak penerus bangsa karena kejujuran adalah benteng dari semuanya, Demikian juga ada pilarkarakter tentang keadilan, karena seperti yang dapat kita lihat banyak sekali ketidakadilan khususnya di Negara ini. Selain itu harus ditanamkan juga pilarkarakter seperti rasa hormat. Hormat kepada siapapun itu, contohnya adik kelas mempunyai rasa hormat kepada kakak kelasnya, dan kakak kelasnya pun menyayangi adik – adik kelasnya, begitu juga dengan teman seangkatan rasa saling menghargai harus ada dalam diri setiap murid - murid agar terciptanya dunia pendidikan yang tidak ramai akan tawuran.
Sekarang mulai banyak sekolah – sekolah di Indonesia yang mengajarkan pendidikan karakter menjadi mata pelajaran khusus di sekolah tersebut. Mereka diajarkan bagaimana cara bersifat terhadap orang tua, guru –guru ataupun lingkungan tempat hidup.
Mudah – mudahan dengan diterapkannnya pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak –anak akan dilandisi oleh karakter – karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang – orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa. Bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya. Dan makin menjadi bangsa yang berpegang teguh kepada karakter yang kuat dan beradab. Walaupun mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu ajarkanlah kepada anak bangsa pendidikan karakter sejak saat ini.
pendidikan
Pendidikan adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik dengan memperjuangkan hal-hal terkecil hingga hal-hal terbesar yang normalnya akan dilewati oleh setiap manusia. Pendidikan adalah bekal untuk mengejar semua yang ditargetkan oleh seseorang dalam kehidupannya sehingga tanpa pendidikan, maka logikanya semua yang diimpikannya akan menjadi sangat sulit untuk dapat diwujudkan.
Faktanya, memang tidak semua orang yang berpendidikan sukses dalam perjalanan hidupnya, tetapi jika dilakukan perbandingan maka orang yang berpendidikan tetap jauh lebih banyak yang bisa mengecap kesuksesan daripada orang yang tidak pernah mengecap pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan adalah alat untuk mengembangkan diri, mental, pola pikir dan juga kualitas diri seseorang.
Jika orang yang sudah dibekali ilmu saja terbukti masih ada atau bahkan banyak yang mengalami kegagalan, lalu bagaimana dengan mereka yang tidak dibekali ilmu sama sekali? Logikanya sudah pasti mereka akan lebih kesulitan dalam mengembangkan hal-hal yang diminatinya dengan tujuan untuk mendapatkan level kehidupan yang lebih baik. Proses hidup membutuhkan teori, dan dengan pendidikan lah teori tersebut bisa didapatkan.
Jangan meyakini opini sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Apa pun alasannya, setiap orang tetap membutuhkan pendidikan. Meskipun pendidikan tidak menjamin kesuksesan seseorang, namun pendidikan akan membekali anda kualitas diri yang lebih baik sehingga anda akan lebih berpeluang untuk mendapatkan apa yang anda cita-citakan. Pendidikan merupakan alat terpenting untuk merealisasikan semua impian anda.
Pendidikan adalah prioritas untuk menuju kearah yang lebih baik, dan masa depan yang lebih layak buat Anda. Jika Anda menyimpan mimpi besar, maka pendidikan adalah kunci untuk merealisasikan mimpi besar tersebut.
Read more: http://www.meteorika.com/2012/11/contoh-artikel-pendidikan.html#ixzz4x8WsBJSL
Pendidikan adalah prioritas untuk menuju kearah yang lebih baik, dan masa depan yang lebih layak buat Anda. Jika Anda menyimpan mimpi besar, maka pendidikan adalah kunci untuk merealisasikan mimpi besar tersebut.
efektivitas waktu dalam belajar
Artikel Pendidikan Efektivitas Waktu Dalam Belajar
Seorang pelajar, baik pelajar tingkatan sekolah menengah pertama, pelajar tingkatan menengah akhir, maupun pelajar pada level lainnya hendaknya senantiasa bisa menggunakan waktunya untuk belajar secara efektif.
Bijak dan tepat dalam membagi waktu berkaitan dengan kegiatan belajar adalah sebuah hal yang sifatnya sangat prioritas. Efektivitas waktu untuk kegiatan belajar sangat penting bagi setiap individu yang dalam hal ini merupakan seorang pelajar.
Adapun untuk merealisasikan efektivitas dalam belajar dapat dilakukan dengan kiat-kiat sebagai berikut :
Jika jadwal belajar yang teratur sudah bisa dijalani dalam sehari-hari, maka efektivitas dalam belajar akan berjalan dengan baik, dan dapat menghasilkan sebuah pencapaian yang maksimal berupa penguasaan terhadap materi pelajaran itu sendiri, peningkatan skill berkaitan dengan materi pelajarn, dan bisa tumbuh menjadi siswa yang cerdas.
Demikian contoh artikel pendidikan yang bisa saya share dengan para sahabat pembaca pada kesempatan posting artikel pendidikan kali ini. Terkait dengan artikel pendidikan, sebenarnya jenis-jenis artikel pendidikan ada banyak, beberapa diantaranya yang sering kita dengar seperti artikel pendidikan karakter, artikel pendidikan tentang moral, artikel pendidikan tentang kesehatan, artikel pendidikan tentang sosial masyarakat, dll.
Seorang pelajar, baik pelajar tingkatan sekolah menengah pertama, pelajar tingkatan menengah akhir, maupun pelajar pada level lainnya hendaknya senantiasa bisa menggunakan waktunya untuk belajar secara efektif.
Bijak dan tepat dalam membagi waktu berkaitan dengan kegiatan belajar adalah sebuah hal yang sifatnya sangat prioritas. Efektivitas waktu untuk kegiatan belajar sangat penting bagi setiap individu yang dalam hal ini merupakan seorang pelajar.
Adapun untuk merealisasikan efektivitas dalam belajar dapat dilakukan dengan kiat-kiat sebagai berikut :
- Membuat jadwal belajar
- Membuka buku untuk membaca meteri pelajaran yang akan dibahas keesokan harinya
- Meluangkan waktu untuk menyimak materi pelajaran setelah selesai belajar dikelas
- Menyelesaikan semua tugas sekolah secara tepat waktu
- Mengadakan agenda belajar kelompok
Jika jadwal belajar yang teratur sudah bisa dijalani dalam sehari-hari, maka efektivitas dalam belajar akan berjalan dengan baik, dan dapat menghasilkan sebuah pencapaian yang maksimal berupa penguasaan terhadap materi pelajaran itu sendiri, peningkatan skill berkaitan dengan materi pelajarn, dan bisa tumbuh menjadi siswa yang cerdas.
Demikian contoh artikel pendidikan yang bisa saya share dengan para sahabat pembaca pada kesempatan posting artikel pendidikan kali ini. Terkait dengan artikel pendidikan, sebenarnya jenis-jenis artikel pendidikan ada banyak, beberapa diantaranya yang sering kita dengar seperti artikel pendidikan karakter, artikel pendidikan tentang moral, artikel pendidikan tentang kesehatan, artikel pendidikan tentang sosial masyarakat, dll.
menumbuhkan semangat belajar pada anak
MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR PADA ANAK
Manusia adalah seorang pembelajar sejati dimana dia akan selalau mempelajari lingkungan terus menerus baik secara langsung sebagai informasi atau sebagai bekal dia beradapatasi. Dan pembelajaran ini dimulai dari hal sederhana ketika anak masih kecil seperti ketika dia belajar merasakan benda, berjalan atau bicara. Akan tetapi kebanyakan orang tua masih belum mengerti bahwa bagaimana kita menyikapi proses pembelajaran waktu kecil ini sangat berarti untuk pembelajaran di kemudia hari. Pada umumnya masih sering proses pembelajaran pada saat anak anak mendapat perlakuan respon yang kurang baik. Baik ketika mereka sedang belajar merasa dengan mulutnya, ketika mereka belajar berjalan, atau kita mereka belajar berbicara yang belum paham mereka mengerti arti kata kata tersebut.
Ketika sudah mulai berbicara dan banyak bertanya, jawaban yang didapatpun tidak memuaskan dan bahkan cenderung menyakiti rasa keingin tahu si anak. mungkin ini karena faktor kelelahan saat mengasuh atau capek memberikan penjelasan yang berulang-ulang. Biasanya anak saat melihat barang baru di rumah dan anak cenderung ingin mengetahui lebih dekat dan memegangnya, namun respon orang-orang dewasa di sekelilingnya malah menjauhkan barang tersebut karena takut rusak atau mencederai anak. Dari pemaparan diatas sudah ada yang mengerti kenap anak malas belajar?
Lalu kasus lain adalah ada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, sebut saja Toni. Orang tuanya mengeluhkan anaknya tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya. Namun ketika Toni ditanya tentang hobinya, dia dengan sigap menjawab hobinya adalah sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal. Bahkan dia hafal seluruh pemain inti dan pemain cadangan. Siapa pelatih dan assistennya, nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun serta daftar pencetak gol, pemberi assist dan poin klasemen liga beserta urutannya. Luar biasa bukan? Ini menunjukan tidak ada masalah dengan otak Toni. Masalahnya datang dari sumber yang lain.
Ok, melihat kasus tersebut jelas permasalahnya buka karena Toni bodoh namun tidak ada ketertarikan mempelajari pelajaran tersebut. Tentu ini perlu diberi respon yang benar sehingga tidak mendapatkan perlawanan dan bisa membuat anak semangat untuk belajar. Tahap pertama perbaikan adalah dari orang tuanya terlebih dulu. Untuk anak sekecil itu, orang tua memegang peranan penting dalam masa tumbuh kembang anak serta membantu sekali untuk mengatasi masalah anak. Lalu komunikasi dengan cinta dalam setiap didikannya.
Seorang pakar pendidikan, Timothy Wibowo, memberikan beberapa kiat supaya anak bisa menjadi rajin dan mudah belajar di sekolah. Berikut tipsnya:
- Saat anak pulang sekolah, tanyakan apa saja hal menyenangkan hari itu. Otomatis anak akan mencari hal-hal menyenangkan di sekolah dan secera tidak langsung membentuk mindset anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.
- Ketika anak tidur masukan sugesti positif dengan mengatakan bahwa belajar adalah hal menyenangkan. Belajar sama menyenangkannya dengan bermain atau berhitung dan menghafal itu sangat mudah. Ini salah satu bentuk hypnosleep positif pada anak.
- Jelaskan guna materi pelajaran yang sedang dikerjakan. Sesuaikan penjelasan dengan materi anak, misalnya dengan belajar perkalian, maka anak dapat menghitung jumlah koleksi mainannya atau menghitung sendiri harga action figure di sebuah supermarket dan membandingkannya dengan harga di mall lain. Atau jika mahir bahasa Jepang maka menonton anime tak perlu menggunakan subtitle dan dapat membaca komik aslinya yang langsung yang berbahasa Jepang.
- Mintalah guru lesnya untuk sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak hebat dan luar biasa. Pujian tulus dan memacu semangat anak untuk belajar lebih penting daripada diajari macam-macam teknik berhitung dan menghafal cepat. Mintalah bantuan orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri sianak.
- Bila anak masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, pangkulah si anak saat membacakan dongeng. Posisikan anak di posisi nyaman dan memudahkan kita untuk memberikan ciuman serta pelukan kasih sayang. Tujuannya supaya anak dapat menghubungkan sensasi menyenangkan antara membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua.
- Buatkan surat rahasia untuk anak lalu kita bisa mengatakan bahwa hanya kita dan si anak yang mengetahui tentang surat tersebut dan isinya. Isi suratnya bisa kata-kata semangat untuk anak dalam kegiatan belajar mengajar, sekolahnya atau hal lain yang dapat membangkitkan semangat anak.
Dari 6 point tahapan untuk member semangat belajar kepada anakan Intinya adalah kerjasama berbagai pihak dalam menyuntikan rasa percaya diri untuk anak dalam batas wajar. Karena point diatas jika dilakukan secara berlebihan justru akan berdapat yang tidak baik untuk anak. Lihat perkembangan pembelajarannya sehingga bisa disesuaikan. Jika sudah mulai muncul semangat belajar sianak maka 50% sudah berhasil
pendidikan moral sangat penting
Pendidikan Moral Sangat Penting Bagi Siswa Sekolah Dasar
Dewasa ini sering kita jumpai banyak anak kecil di banyak media sosial yang mengumar foto tidak pantas. Dan dari sekian banyak yang diunggah tersebut ada juga siswa sekolah dasar yang masih mengenakan pakaian seragam merah putih. Ini sangat menyakitkan bagi pendidikan di Indonesia, ini juga merupakan bukti nyata bahwa pendidikan moral sangat penting diterapkan sejak kecil di Indoensia.
Dengan serangan berbagai budaya asing yang masuk melalui sinetron-sinetron yang tayang tiap hari, maka tidak bisa tidak kita harus mulai menyadari ancaman moral bangsa ke depan. Sudah sepatutnya pendidikan moral tidak hanya dijadikan sebagai pelajaran semata, namun juga harus dipraktikkan agar bisa menjadi sebuah gaya hidup yang positif. Karena anak-anak lah yang kelak bakal meneruskan perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Langganan:
Postingan (Atom)